Hakikat Puasa Ramadhan



Assalamualaikum sobat IZZULHAQ semua, yang setia menantikan artikel terbaru dari IZZULHAQ. Meski kita melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadhan, kita harus tetap melakukan kebiasaan kebiasaan baik kita kan ?. Di bulan suci Ramadhan ini tidur aja ibadah, apalagi kalau kita isi dengan bekerja keras, berapa banyak pahala yang kita peroleh ?. Memang panas terik matahari membuat kita merasa sangat haus, namun kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan kewajiban kita.

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberi kita semua rahmat dan kesempatan untuk melaksanakan ibadah yang sangat mulia ini, berpuasa di bulan suci Ramadhan. Nah, karena sebab itu mari kita beramai ramai memuliakan bulan Ramadhan 1436 Hijriah ini dengan berpacu dan berlomba lomba melakukan kebaikan untuk meraih rahmat Allah SWT serta barokah dan ampunan-Nya. Rasulullah Shalallahu'alaihiwasallam dalam sabdanya yang artinya, “Telah datang kepadamu bulan Ramadhan, penghulu segala bulan. Maka hendaklah engkau mengucapkan selamat datang kepadanya. Telah datang bulan puasa dengan segenap berkah didalamnya maka hendaklah engkau memuliakannya”

Kata “Ramadhan” merupakan bentuk mashdar (infinitive) yang terambil dari kata Ramidha-Yarmadhu yang pada mulanya berarti membakar, menyengat karena terik, atau sangat panas. Denamakan demikian karena saat diterapkannya sebagai bulan yang dimana umat muslim wajib berpuasa,udara dan cuaca di jazirah Arab sangatlah panas sehingga dapat membakar segala hal yang kering.

Selain itu Ramadha juga berarti “Mengasah” karena masyarakat Jahiliyah pada bulan itu mengasah alat alat perang untuk menghadapi perang pada bulan berikutnya. Dengan demikian, Ramadhan dapat diartika bulan dimana kita “Mengasah pikiran, “Mengasah” jiwa, dan juga dapat berarti “membakar” sifat sifat tercela, “Membakar” 'lemak lemak dosa yang ada dalam dirinya. Ramadhan yang setiap tahun kita jalani ini sangat lah penting kita maknai dari sudut pandang nama nama lain yang dinisbatkan kepadanya sobat. Para ulama telah melabelkan sejumlah nama pada Ramadhan, Yuk langsung aja di Cek.


1. Syahr Al Qur'an (Bulan Al Qur'an)

Disebut Syahr Al Qur'an karena pada bulan inilah Al Qu'an pertama kali diturunkan kepada nabi besar Rosulullah Muhammad Shalallahu'alaihiwasallam. Diluar itu, kitab kitab suci yang lai (Zabur, Taurat, dan Injil) juga diturunkan dibulan yang sama.

2. Syahr Ash Shiyam (Bulan Puasa)

Disebut demikian karena hanya pada bulan Ramadhan kita diwajibkan untuk berpuasa sebulan penuh. Dan hanya Ramadhan satu satunya bulan yang disebut dalam Al Qur'an. ( Coba sobat cek QS Al Baqarah/2 : 185 ).

3. Syahr At Tilawah (Bulan Membaca Al Qur'an)

Dikatakan demikian karena pada bulan Ramadhan, malaikat Jibril menemui Rosulullah untuk melakukan tadarus Al Qur'an bersama Rosulullah dari awal hingga akhir.

4. Syahr Ar Rahmah (Bulan Penuh Limpahan Rahmat dari Allah Subhanahuwata'ala)

Memiliki sebutan seperti itu karena Allah menurunkan limpahan aneka rahmat yang tidak dijumpai diluar Ramadhan. Pintu pintu kebaikan yang mengantarkan kepada Surga dibuka lebar lebar.

5. Syahr An Najat (Bulan Pembebasan dari Siksa Api Neraka)

Allah menjanjikan pengampunan dosa dosa dan pembebasan diri dari siksa api neraka bagi yang berpuasa karena iman dan semata mata mengharap Ridha-Nya.

6. Syahr Al Judd (Bulan Kedermawanan)

Dibulan ini umat islam sangat sangat dianjurkan banyak bersedekah, terutama untuk meringankan beban fakir dan miskin. Rosulullah memberi keteladanan terbaik sebagai orang yang paling dermawan.


Dari point point yang telah saya sebutkan diatas, Ramadhan adalah bulan yang sarat makna yang kesemuanya bermuara pada kemenangan, yakni kemenangan Muslim yang berpuasa untuk melawan hawa nafsu, egositas, keserakahan, dan ketidak jujuran. Sebagai bulan Jihad, Ramadhan harus dimaknai dengan menunjukkan prestasi kinerja dan kesholehan individual serta sosial.

Bulan ini adalah bulan yang diberkati, Bulan ini adalah bulan diturunkannya Al Qur'an. Bulan ini adalah bulan terjadinya Peristiwa Lailatu Qadar, satu malam yang kebaikannya setara dengan kebaikan dari seribu bulan, dan di bulan Ramadhan pula pintu pengampunan dibuka selebar lebarnya serta segenap amal kebajikan dilipat gandakan pahalanya. Mengingat betapa mulianya bulan ini, maka alangkan bahagianya jika pada bulan Ramadhan ini kita dapat bersama sama meningkatkan kualitas keimanan dan ketakwaan kita serta mengisi bulan Ramadhan dengan segala perbuatan yang baik.

Dari seluruh keistimawaan Ramadhan, yang palin penting bagi kehidupan ummat manusia terletak pada kewajiban untuk melaksanakan puasa sebagaimana Firman Allah yang Artinya, “Wahai orang orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan orang orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa” (QS Al Baqarah/2 : 183). Dalam ayat tersebut tersiat maksa bahwa sebenarnya puasa bukanlah ibadah yang baru dilaksanakan ketika kedatangan Islam, akan tetapi sudah dilaksanakan jauh sebelmnya. Para pakar perbandingan agama mendapatkan data bahwa sebelum mengenal agama Samawi, orang orang Mesir kuno, orang orang Yunani dan Romawi, telah mengenal puasa.

Pada saat kita bepuasa, sebenarnya tidak ada yang mengetahui apakah seseorang sedang berpuasa atau tidak. Tidak menutup kemungkinan adanya orang yang terlihat sedang puasa namun sesungguhnya dia tidak melaksanakannya. Ketika sepi dari orang lain misalnya, bisa saja dia makan, minum, atau mengumbar hawa nafsu tanpa sepengetahuan orang lain. Singkatnya, hanya si pelakulah yang mengetahui apakah dia berpuasa atau tidak. Lalu, apakah yang dapat membuat seseorang dapat mempertahankan ibadah puasanya ?, jawabannya adalah, keimanan orang tersebut yang tertancap pada jiwanya.

Dalam konteks ini, puasa sebenarnya adalah latihan dan uji kesadaran akan keimann dan ketaqwaan kita kepada Allah, Dzat yang maha Mengetahui dan Mengawasi seluruh makhluknya, baik yang nampak maupun yang tersembunyi. Jika seseorang berpuasa karena betul betul belandaskan motivasi keimanan dan dia dapat menjaga tindakannya selama berpuasa maka dia akan mendapatkan pencerahan ruhani dan ia akan dikembalikan kepada fitrahnya sebagai manusia, makhluk yang mulia tanpa bercak noda dan dosa sebagaimana sabda Rosulullah yang artinya, “Bulan Ramadhan, bulan dimana Allah telah mewajibkan kamu sekalian berpuasa dan aku sunnahkan kamu untuk melaksanakan shalat malam. Barangsiapa berpuasa Ramadhan dan melaksanakan shalat malam dengan dasar iman dan ihtisab, dia telah keluar dari dosa dosanya sebagaimana hari dia dilahirkan oleh ibunya”.

 
Demikian secuil Informasi yang dapat IZZULHAQ berikan, kurang lebihnya mohon maaf. Sampai jumpa di artikel selanjutnya. Wassalamu'alaikuwarahmatullah

0 komentar:

Post a Comment

Feel Free to Comment, ada pertanyaan atau sekedar mau ngomong ? langsung aja tulis di komentar